Thursday, May 10, 2012

Bunga Kelapa Sawit

E. Bunga
1. Kelapa sawit termasuk kedalam golongan tanaman monoecius, yakni bunga jantan dan bunga betina terpisah, tetapi masih terdapat dalam satu pohon.

2. Tanaman kelapa sawit dilapangan mulai berbunga pada umur 12 – 14 bulan (dihitung dari sejak ditanam dilahan). Dari setiap ketiak pelepah daun, akan keluar satu tandan bunga , jantan atau betina. Sebahagian tandan bunga ini akan gugur (aborsi), baik sebelum maupun sesudah anthesis/receptive. Jenis kelamin bunga dapat dikenali setelah bunga menonjol diantara ketiak pelepah daun, sebelum seludang bunga terbuka. Ciri-ciri bunga jantan adalah berbentuk ramping (loncong) memanjang, ujung kelopak bunga agak meruncing dan diameter bunga lebih kecil dari bunga betina. Sedangkan bunga betina berbentuk agak bundar (oval), ujung kelopak bunga agak rata dan diameter bunga lebih besar. Perbedaan bentuk ini sangat penting diketahui dalam melakukan penyerbukan buatan.

3. Pada tanaman muda, sering dijumpai berbagai macam abnormalitas, seperti :
a. Bunga banci atau hermaprodit, yaitu tandan bunga memiliki 2 jenis kelamin.
b. Bunga andromorphic (andogynous) yaitu secara morphologi adalah bunga jantan, tetapi pada bagian spikeletnya dijumpai bunga betina yang dapat membentuk buah sawit kecil.
c. Buah parthenocarpi yaitu kepala putik (stigma) yang tidak sempurna dibuahinya, sehingga terbentuk buah yang kecil dan tidak berbiji (tidak ada kernel dan embryo). Buah parthenocarpi ini kadang-kadang sudah layu dan gugur sebelum masak.
d. Primordial bunga atau floral initiation, yaitu berobahnya cel vegetatif menjadi cel generatif terjadi pada 33 bulan sebelum bunga matang (siap membuahi/dibuahi).
e. Sex determination yaitu perkembangan cel generatif menjadi bunga jantan atau betina, terjadi pada 24 bulan sebelum bunga matang (anthesis). Satu sampai dua bulan sebelum anthesis, seludang bunga muncul dari ketiak pelepah (sxil). Lima sampai enam bulan sebelum bunga betina masak (receptive), buah menjadi matang panen.

4. Bunga betina dan tandan bunga betina.
a. Tandan bunga betina terbungkus oleh seludang bunga, yang akan pecah pada 15 – 30 hari sebelum receptive. Satu tandan  bunga betina memiliki 100 – 200 spikelet dan setiap spikeletnya memiliki 15 – 20 kuntum bunga betina. Bunga betina yang kecil inilah yang nantinya akan diserbuki tepung sari dari  bunga jantan.
b. Receptive bunga ditandai dengan adanya bunga yang mekar pada spikelet. Kepala putik berwarna krem, sesudah merekah memiliki cairan putih kekuningan, sedikit berbau wangi adas. Dalam kondisi seperti inilah, bunga betina siap menerima kedatangan tepung sari untuk proses pembuahan. Kenyataannya tidak semua bunga betina mengalami pembuahan yang sempurna, terutama bunga-bunga yang letaknya pada pangkal spikelet bagian dalam.
c. Pada tandan tanaman dewasa, dapat diperoleh 600 – 2000 butir buah, tergantung besarnya tandan. Setiap pokok tanaman muda dapat menghasilkan 15 – 25 tandan pertahun, sedangkan pada tanaman dewasa sampai tua sekitar 12 tandan pertahun.
d. Bunga betina ini tidak serentak receptivenya, satu tandan memerlukan waktu 3 – 5 hari bahkan lebih. Sementara bunga jantan terdapat pada tandan yang terpisah dan tentu saja tidak bersamaan anthesisnya, maka sebagian terbesar tanaman akan diserbuki secara silang (antar pohon). Secara alami penyerbukan dilakukan oleh angin dan serangga.
e. Seludang bunga betina bentuknya relatif bundar dibandingkan bunga jantan yang lonjong. Panjang tandan bunga betina bisa mencapai 30 cm, bahkan lebih panjang dengan spikelet yang bervariasi.

5. Tandan bunga jantan dan bunga jantan.
a. Tandan bunga jantan mempunyai tangkai yang lebih panjang dibandingkan tandan bunga betina, bentuknya lonjong memanjang. Tandan bunga juga terbungkus dalam seludang yang akan pecah menjelang anthesis, seperti halnya bunga betina.
b. Tiap tandan bunga mempunyai 100 – 250 spikelet dengan panjang spikelet antara 10 – 20 cm dan berdiameter antara 1 – 1,5 cm. Tiap spikelet berisi 500 – 1500 kuntum bunga kecil yang akan menghasilkan tepung sari sampai jutaan jumlahnya, dengan berat antara 40 – 60 gram. Bunga jantan yang sedang anthesis berbau adas sangat semerbak.
c. Satu tandan bunga jantan, akan mekar dalam waktu 2 – 4 hari. Sementara tepung sari akan mati dalam waktu 2 – 3 hari setelah anthesis. Bunga-bunga mekar mulai dari bagian bawah spikelet.
d. Pada tanaman muda jumlah bunga jantan perpokok, lebih sedikit dibandingkan dengan bunga betinanya. Perbandingan ini akan berobah sesuai dengan bertambahnya umur tanaman.
e. Perbandingan antara jumlah tandan bunga betina  dengan jumlah bunga ( betina, jantan + hermaprodit) dikenal sebagai sex ratio dan dinyatakan dalam %.


:)

No comments:

Post a Comment

Thank's for your comments...:)