Friday, May 18, 2012

Shalat Tahajjud

Shalat tahajjud adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, sedikitnya dua raka’at dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Waktunya sesudah shalat ‘Isya sampai terbit fajar. Shalat diwaktu malam hanya bisa disebut shalat tahajjud dengan syarat apabila dilakukan setelah bangun dari tidur malam, sekalipun tidurnya hanya sebentar. Jadi apabila dikerjakan tanpa tidur sebelumnya, maka ini bukan shalat tahajjud, tetapi shalat-shalat sunnah saja seperti witir dan sebagainya.
Kalau sudah diketahui waktu melakukan ibadah ini dari waktu ‘Isya sampai waktu subuh, sedang panjang malam ini ada saat-saat utama, lebih utama dan paling utama, maka waktu malam yang panjang itu dapat kita bagi menjadi tiga bagian :
Sepertiga Pertama : yaitu kira-kira dari jam 19 sampai dengan jam 22, ini saat utama.
Sepertiga Kedua : yaitu kira-kira dari jam 22 sampai dengan jam 1, ini saat yang lebih utama.
Sepertiga Ketiga : yaitu kira-kira dari jam 1 sampai dengan masuknya waktu subuh, ini adalah saat yang paling utama.

Niat Shalat Tahajjud
Ushalli sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’alaa, Allaahu Akbar.

Fadlillahnya / Keistimewaannya :
Shalat tahajjud yakni shalat malam itu sangat dianjurkan, sebagaimana firman Allah sebagai berikut : “Waminallaili fatahajjad bihii naafilatan laka ‘asaa-an yab’ atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaa. Artinya : “Hendaknya engkau gunakan sebagian waktu malam itu untuk shalat tahajjud, sebagai shalat sunnat untuk dirimu, mudah-mudahan Tuhan akan membangkitkan engkau dengan kedudukan yang baik”. (S. Bani Israil : 79).

Do’a Tahajjud
Do’a - do’a yang dibaca diwaktu melakukan sembahyang tahajjud atau sesudahnya sebaiknya dari ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits. Dari Al-Qur’an seperti : “Rabbanaa aatinaa fid dun ya hasanatan wafil aakhirati hasanatan, waqinaa ‘adzaaban naari”. Artinya “Ya Allah tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka”.

Setelah membaca do’a perbanyaklah membaca istighfar. Adapun bacaan istighfar yang biasa adalah : “Astaghfirullaahal ‘azhiima wa’atuubu ilaihi”. Artinya “Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepadaNya”.

Setelah selesai membaca do’a, lalu pergilah berbaring kembali tidur, sambil membaca Ayat Kursi, kemudian surat A-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Nas.

{ Sekian {
J

Shalawat Nariyah

Bacaan Shalawat Nariyah :
Bismillaahir rahmaanir rahiim, Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wasallim salaaman tamman ‘alaa sayyidinaa muhammadinil ladzii tanhallu bihil ‘uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdlaa bihil hawaa’iju wa tunaalu bihir raghaa-ibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu  biwajhihil kariim, wa’alaa aalihii wa shahbihii fii kulli lamhatin wanafasin bi’adadi kulli ma’luumin lak.

Manfaat Shalawat Nariyah :
1 Bagi orang yang kehilangan barang hendaknya membaca shalawat ini sebanyak 4444 x (empat ribu empat ratus empat puluh empat kali), insyaAllah barang yang hilang cepat kembali. Jika barang tersebut diambil orang dan tidak dikembalikan, maka orang yang mengambilnya akan mengalami musibah / kesusahan dengan kehendak Allah. Caranya setelah membaca shalawat diatas hendaknya berdo’a boleh dengan bahasa Indinesia dengan do’a sebagai berikut : “Ya Allah, dengan berkah Shalawat Nariyah ini aku mohon kepada-Mu mengembalikan barangku yang hilang”. Do’a ini dibaca 11 x (sebelas kali) dengan hati penuh harap dan sungguh-sungguh.

2 Untuk melancarkan rezeki dan menjauhkan dari gangguan jahat, serta memudahkan tercapainya hajat besar, hendaknya dibaca sebanyak 444 x (empat ratus empat puluh empat kali), baik dibaca sendirian atau berjamaah.

3 Untuk menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, meninggikan derajad dan pangkat, memperbaiki budi pekerti serta menghindarkan diri dari malapetaka dan perbuatan buruk, hendaknya dibaca setiap hari sebanyak 40 x (empat puluh kali).

4 Jika dibaca 21 x (dua puluh satu kali) setiap sesudah shalat subuh dan sesudah shalat maghrib, Allah akan menjaga dari segala musibah dan malapetaka.
5 Jika dibaca 11 x (sebelas kali) setiap sesudah shalat fardhu, Allah akan menajga dari segala bala’ lahir dan batin.
Syaikh Sanusi berkata : Siapa secara rutin membaca shalawat nariyah ini setiap hari 11 x (sebelas kali) maka Allah akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi.

J Sekian J

Thursday, May 17, 2012

Painting Peace

Yore, a king offers abundant give to anyone who can describe the peace. Many artists gave to the king of his works are beautiful. (From all the beautiful paintings) king eventually chose two paintings. The first painting depicts a still lake. Surface of the water reflecting the towering mountains the surround it. On the mountain, a thin cloud floating in the sky. Other paintings depict violent storm with heavy rain caused the river was flowing. Steep cliffs lit by lightning darting along the canvas. However, the king only to see a mother bird with her nest in rock crevices, sheltered by the pine tree limb.
Said the King, “This painting I was looking for this”
Peace does not mean having to obtain a pleasant environment. Peace is the peace of heart in the middle of the storms of life.

♡  Finished ♡

Wednesday, May 16, 2012

Niat – Niat Shalat Fardlu

Niat Shalat Dhuhur
“Ushallii Fardhadh Dhuhri Arba’a Raka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa-an (Ma’Muuman / Imaaman) Lillaahi Ta’aalaa”. Allaahu Akbar, Artinya “Saya menyengaja shalat fardlu dhuhur empat raka’at menghadap kiblat (ma’muman / imaman) karena Allah” Allahu Akbar.
Niat Shalat Ashar
“Ushallii Fardlal ‘Ashri Arba’a Raka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa-an (Ma’Muuman / Imaaman) Lillaahi Ta’aalaa”. Allaahu Akbar, Artinya “Saya menyengaja shalat fardlu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat (ma’muman / imaman) karena Allah” Allahu Akbar.
Niat Shalat Maghrib
“Ushallii Fardlal Maghribi Tsalaatsa Raka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa-an (Ma’Muuman / Imaaman) Lillaahi Ta’aalaa”. Allaahu Akbar, Artinya “Saya menyengaja shalat fardlu maghrib tiga raka’at menghadap kiblat (ma’muman / imaman) karena Allah” Allahu Akbar.
Niat Shalat ‘Isya
“Ushallii Fardlal ‘Isyaa-I Arba’a Raka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa-an (Ma’Muuman / Imaaman) Lillaahi Ta’aalaa”. Allaahu Akbar, Artinya “Saya menyengaja shalat fardlu ‘Isya empat raka’at menghadap kiblat (ma’muman / imaman) karena Allah” Allahu Akbar.
Niat Shalat Shubuh
“Ushallii Fardlal Shub-hi Rak’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an (Ma’Muuman / Imaaman) Lillaahi Ta’aalaa”. Allaahu Akbar, Artinya “Saya menyengaja shalat fardlu shubuh dua raka’at menghadap kiblat (ma’muman / imaman) karena Allah” Allahu Akbar.
Niat Shalat Jum’at
“Ushallii Fardlal Jum’ati Rak’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an (Ma’Muuman / Imaaman) Lillaahi Ta’aalaa”. Allaahu Akbar, Artinya “Saya menyengaja shalat fardlu Jum’at dua raka’at menghadap kiblat (ma’muman / imaman) karena Allah” Allahu Akbar.


Cara mengerjakan Shalat
J Sekian J

Tuesday, May 15, 2012

Cara-cara mengerjakan shalat

Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat. Niat shalat menurut shalat yang sedang dikerjakan, misalnya shalat subuh dan sebagainya.
Lalu mengangkat kedua belah tangan serta membaca “ALLAHU AKBAR”(Takbiratul Ihram). Setelah takbiratul ihram kedua belah tangannya disedakapkan pada dada. Kemudian membaca do’a iftitah.
Bacaan do’a iftitah
Allaahu akbar kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukratan wa ashillaa.inni wajjaahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal-ardla hanifan musliman wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiina. Laasyariikalahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimin.
Surat Fatihah, selesai membaca do’a iftitah kemudian membaca surat Fatihah.
Bacaan surat Fatihah
Bismillaahirrahmaanirrahiim. “Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an-‘amta ‘alaihim. Ghairil maghdluubi ‘alaihim waladl dlaalliin”. Aamiin.
Bacaan surat-surat yang pendek dan mudah dihafal. Selesai membaca fatihah dalam raka’at yang pertama dan kedua bagi orang yang shalat sendirian atau imam, disunatkan membaca surat atau ayat Al-Qur’an.
Surat-surat yang dibaca dalam shalat antara lain :
Surat An-Nas : Bismillaahirrahmaanirrahiim. Qul ‘auudzu birabbin naas. Malikin naas, ilaahin naas, min syarril was-waasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wan-naas.
Surat Ikhlash : Bismillaahirrahmaanirrahiim. Qul huwallahu ahad. Allaahush shamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufuwan ahad.
 Ruku’: Selesai membaca surat lalu mengangkat kedua belah tangan setinggi telinga seraya membaca “Allaahu Akbar” terus badannya membungkuk, kedua tangannya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata. Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut : “Subhaana rabbiyal ‘adhii-mi wabihamdihi” 3 kali.
I’Tidal, selesai ruku’ terus bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan se-tentang telinga, seraya membaca “Sami’allaahu liman hamidah” pada waktu berdiri tegak (I’tidal) terus membaca : “Rabbanaa lakal hamdu mil ussamaawaati wamilul ardli wamil-u maa syi’ta min syai’in ba’du”.
 Sujud, setelah I’tidal terus sujud (tersungkur ke bumi) dengan meletakkan dahi ke bumi dan ketika turun seraya membaca “Allaahu Akbar”dan setelah sujud membaca tasbih sbb :”Subhaana Rabbiyal a’laa wabihamdihi” 3 kali
  Duduk antara dua sujud, setelah sujud kemudian duduk serta membaca “Allaahu Akbar” dan setelah duduk membaca : Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu’annii.
Sujud kedua, ketiga dan keempat dikerjakan seperti pada waktu sujud yang pertama, baik caranya maupun bacaannya.
Duduk tasyahud / tahiyat awal. Pada raka’at kedua kalau shalat kita tiga raka’at atau empat raka’at, maka pada raka’at kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud / tahiyat awal dengan duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki.
Bacaan Tasyahud / Tahiyat Awal :
“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asy-hadu allaa ilaaha illallaah, wa asy-hadu anna muhammadar rasuulullah. Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad”.
Tasyahud Akhir, Bacaan tasyahud / tahiyat akhir ialah seperti tahiyat awal yang ditambah dengan shalawat atas warga Nabi Muhammad dan lafadhnya sbb : “Wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad”.
Cara duduk pada tahiyat ialah : Supaya pantat langsung ke tanah dan kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jari-jari kaki kanan tetap menekan ke tanah.
Pada tahiyat akhir disunatkan membaca shalawat Ibrahimiyah.
“Kama shallaita ‘alaa sayyidinaa ibraahiima wa’alla aali sayyidinaa ibraahiim wabaarik ‘ala sayyidinaa Muhammad wa’allaa aali sayyidinaa Muhammad. Kama baarakta ‘alaa sayyidinaa ibraahiima wa’ala aali sayyidinaa ibraahiim fil’aalamiina innaka hamiidum majiid”.
Salam, selesai tahiyat akhir, kemudian salam dengan menengok ke kanan dank e kiri dengan membaca “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi”
Keterangan :
Waktu membaca salam yang pertama, muka kita menengok ke kanan, dan waktu membaca salam yang kedua muka kita menengok ke kiri. Dengan salam ini maka berakhirlah shalat kita.
Do’a Qunut, Apabila mengerjakan shalat subuh, maka pada raka’at kedua, pada waktu I’tidal berdiri tegak dari ruku’ setelah membaca “Rabbanaa lakal hamdu….” Lalu membaca qunut, sbb :”Allaahummah dinii fiman hadait, wa’aafinii fiiman tawallait, wabaariklii fimaa a’thait. Waqinii birahmatika syarra maa qadlait. Fa-innaka taqdlii walaa yugdlaa ‘alaik. Wa innahu laa yadzillu man waalit, walaa ya’izzu man ‘aadait. Tabaarakta rabbanaa wata ‘aalait. Falakal hamdu ‘alaa maa qadlait astagfiruka wa-atuubu ilaik. Washallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa’allaa aalihii washahbihii wasallam”.


Burden


         A lecturer raised a glass of water and then asked the audience, “How much weight do you think this glass ?” then he went, “Actually, weight of the glass depends on how long you lift it. When I picked it up for 1 minute, then I’ll be fine. When I picked it up for 1 hour, then my hand will feel stiff. But when I picked it up during one day, you will be forced to have to call an ambulance for me.  That we actually lift  the same burden, but the longer we picked it up, it will feel heavier.
        When we lift our burdens all the time, then sooner or later, we will not be able to survive, because the longer the burden it will be heavier. He continued, “What to do is, put your glass, take a moment before lifting again”.
        We have to put that burden from time to time, so that our bodies refreshed and able to carry that burden. When we came home after work, leave work burden, do not you take it home. You can lift it back tomorrow, rest and relax a while it had.

This life must be lived day by day, should not be doubled at once.


Finished

Monday, May 14, 2012

The Pencil


A story about a pencil..
Check this out  J
The pencil maker put a pencil beside him before her enter into the box. “ Any 5 point must be you know before I send you to world “ the maker pencil say to the pencil.
“The First one, you can do a lot of great things, as long as you are willing to be in the hands of people”.
“The Second, you will feel the pain from time to time sharpener, but you need it in order to become a better pencil”.
“The Third, you should be able to correct the mistakes that you scratched”.
“The Fourth, the most important part of you is in your body”.
and “The Last one, on the surface of whatever you’re streaking, you should be able to leave streaks (impression)”, obviously the creator of the pencil.
Pencil understood and promised that all counsel will always remember.
Finished    J

Sunday, May 13, 2012

Tes Menggambar Rumah

Tes Menggambar Rumah
            Sesuai dengan namanya, dalam pelaksanaan tes psikologi, peserta tes akan diminta menggambar sebuah rumah tanpa syarat. Rumah yang digambar menunjukkan perasaan subjek terhadap lingkungan rumah yang digambarnya. Contoh, rumaah yang tidak bahagia : berbentuk asimetris tanpa jendela, rumah dengan cerobong asap : bahagia dengan sikap positif terhadap kehidupan dirumah, rumah tanpa hiasan : tidak senang dengan kehidupan dirumah.
Jenis rumah yang digambar bebas, bisa berupa rumah bilik atau rumah modern (batu), lengkap dengan komponen rumahnya, seperti pintu, daun jendela, atap, teras, halaman, pagar, dan semacamnya. Yang perlu diperhatikan adalah ketika menggambar jendela dan pintu rumah sebaiknya dalam keadaan terbuka (menggambarkan kepribadian terbuka)

Tips menggambar rumah ideal
❶ Gambar rumah sebisa mungkin lengkap dengan bagian-bagiannya, beratap, berjendela dan berpintu.
 Ukuran dan bentuk gambar haruslah proposional diatas kertas, tidak terlalu kecil atau terlalu besar.
 Gunakan garis-garis tegas, hindari coretan atau bekas hapusan yang membuat hasil gambar tampak kotor.

BAUM TEST

BAUM TEST adalah psikologi berupa tes menggambar pohon dengan ketentuan tertentu. Umumnya pohon yang digambar adalah pohon yang berkayu, memiliki akar, batang, dahan serta terkadang bunga dan buah.
Tujuan dari tes ini adalah untuk mengukur atau menginterpretasi pribadi subjek dengan melihat sosok gambar yang ditampilkan. Sebuah pohon digambarkan sebagai sesuatu yang bisa memberiketeduhan bagi makhluk yang ada disekitarnya. Dalam hubungannya dengan sifat pohon ini, maka tes menggambar pohon bertujuan antara lain untuk mengukur ego, emosional, kepekaan, sikap dan adaptasi.
Gambarlah sebuah pohon apa saja sesuai dengan imajinasi pada saat itu, dengan syarat pohon yang digambar :
1. Pohon berkayu, berkambium dan berdahan banyak seperti rambutan, jambu atau mangga.
2. Jangan menggambar pohon kelapa, pisang, semak belukar (padi, tebu) atau cemara karena pohon-pohon itu tidak bercabang.
3. Gambarlah secara detail ditiap-tiap bagian pohon, seperti pada tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar, bahkan alur pohon.
4. Beri nama pohon dibawah gambar.
5.  Gambar yang dibuat haruslah proposional dari bawah keatas.

Tes Menggambar Rumah
Sebagai latihan, fotolah sebuah pohon, pelajari karakter dan jenisnya. Kemudian latihlah kemampuan menggambar dengan mengacu pada foto tersebut.

Sekian J

Saturday, May 12, 2012

Trouble Tree

Trouble Tree (Pohon Permasalahan)
Adalah sebuah kisah tentang tukang kayu dan pohon permasalahannya J kisah yang bagus dan baik untuk ditiru, selamat menikmati J
      Tukang kayu yang kugaji untuk memperbaiki rumah pertanian baru saja menyelesaikan hari pertamanya yang melelahkan. Ban mobilnya yang bocor membuatnya kehilangan 1 jam kerja, gergaji listriknya macet, dan sekarang mobil tuanya mogok tidak bisa dijalankan.
    Aku lalu mengantarkannya pulang dengan mobilku. Ia duduk mematung dan membisu. Sesampainya dihalaman rumahnya, ia mengajakku masuk untuk bertemu dengan keluarganya. Ia berjalan menuju pintu depan rumahnya tetapi kemudian berhenti sejenak didekat sebuah pohon kecil, lalu menyentuh ujung cabang-cabang pohon itu dengan kedua tangannya.
Setelah itu ia mengalami perubahan yang menakjubkan. Ketika membuka pintu rumah, mukanya yang kecoklatan karena terik matahari sekarang dihiasi senyuman. Ia memeluk kedua anaknya yang masih kecil lalu mencium istrinya.
        Ketika aku hendak pulang ia mengantarku kemobilku, kami melewati pohon pohon kecil itu lagi. Aku merasa sangat penasaran dan bertanya kepadanya tentang yang dilakukannya tadi. Oh ini pohon permasalahanku jawabnya, “Dalam bekerja, aku tidak bisa menghindar dari berbagai permasalahan. Namun, aku berkeyakinan bahwa persoalanku tidak boleh menjadi persoalan istri dan anak-anakku. Karenanya setiap kali pulang kerja, aku gantungkan persoalanku dipohon ini dan mengambilnya esok hari. Anehnya “katanya sambil tersenyum” setiap kuambil lagi permasalahan itu tampak jauh lebih mudah diatasi dibandingkan ketika kugantungkan dimalam hari.

Sekian J

Friday, May 11, 2012

Tes Gambar

Dalam rangka untuk menggali atau mengetahui kemampuan intelegensi, kondisi ekonomi, relasi dan kemampuan kerja seseorang, psikolog akan menggunakan berbagai alat ukur. salah satu alat ukur yang lazim digunakan adalah tes gambar.
Tes gambar akan selalu ditemui dalam ujian tes psikologi (yang mencakup tes intelegensi dan tes kepribadian), Tes Potensi Akademik (TPA) atau Tes Bakat Skolastik (TBS) dan tes CPNS.
Secara garis besar, jenis tes gambar yang sering diujikan dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok besar, yaitu :
1.  Tes gambar untuk keperluan menggali intelegensi dan kemampuan akademik seseorang.
2. Tes gambar untuk menggali kepribadian seseorang.

Tes gambar dalam rangka menggali kepribadian seseorang dibagi dalam dua kelompok, yaitu : 
1. Tes melanjutkan gambar atau symbol, biasa disebut juga dengan nama Wartegg test.
2. Tes menggambar objek tertentu, gambar yang biasa digambar adalah Gambar orang (Draw a Person), gambar pohon (Baum Test) dan gambar rumah.
Drawing a Person Test (DAP TEST) adalah tes psikologi berupa tes menggambar orang dengan berbagai aktivitasnya. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja seseorang.

Pada DAP TEST ini gambarlah orang dalam keadaan beraktifitas, jangan dalam posisi diam, gambar orang harus secara utuh dari ujung kepala sampai ujung kaki, termasuk detail muka, hidung, mata, telinga dan mulut. Hal yang harus diperhatikan dalam menggambar orang adalah deskripsi orang yang digambar haruslah jelas seperti jenis kelamin, usia (anak-anak atau pria dewasa) dan profesi atau kegiatan yang dilakukan (seperti petani sedang mencangkul, pelajar atau eksekutif yang sedang bekerja didepan laptopnya). Gambarlah objek yang mudah tetapi detail.
Berikut contoh-contoh gambar orang beserta aktivitasnya



Kriteria penilaiannya meliputi tampilan dalam bentuk secara utuh bagian tubuh seseorang meliputi rambut, kepala, alis, mata, hidung, wajah, leher, bahu, gigi, dagu, mulut, tangan, paha dan kaki.
Dari prinsip bentuk, penilalian dilakukan dengan memperhatikan : 
1. Gambar kabur (samar) : Dorongan yang kabur dan tidak jelas, kurang berani menampakkan diri, ragu-ragu, kurang bergairah dan merasa tidak cocok dengan lingkungan.
2. Gambar berupa sketsa : kecemasan, rasa takut dan tidak nyaman
3. Garis dasar berupa sketsa dan garis putus : mengindikasikan perasaan terisolasi dengan lingkungan.
Interpretasi Bentuk Gambar
4. Kepala, dari bentuk gambar kepala dapat digali daya penghayatan mengenai diri dan ego (interaksi subjek dengan orang lain atau lingkungan) seseorang.
5. Lengan, Tangan, Bahu, dan Dada, dari bagian-bagian tubuh ini dapat digali mengenai hal-hal ukuran, kekuatan, kemampuan meraih dan derajat agresi. Kesan yang muncul adalah subjek menarik diri dari lingkungan, berusaha meraih lingkungan atau subjek merasa aman, terancam atau lemah.
6. Tungkai, Paha dan Kaki, bagian-bagian tubuh ini menafsirkan mengenai kemandirian, arah, gerakan dan keseimbangan seseorang. Pada laki-laki, kaki menggambarkan maskulinitas. Kaki yang terlalu panjang menunjukkan keinginan kuat untuk mandiri.
7. Aktivitas, gambar pasif menunjukkan subjek kurang energik, dependen, merasa dirinya kecil.
8. Pakaian dan Aksesoris, Dasi (keterikatan atau hambatan), Kancing (perhatian dan rasa aman), Perhiasan (rasa kurang percaya diri), Anting-Anting besar (berusaha menarik perhatian), Saku didada (bergantung atau dependen) dan Ikat Pinggang (kedisiplinan, kekakuan dan tekanan).

Tips Menggambar Orang
1. Gambarlah sosok secara utuh, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki termasuk detail wajah (mata, alis, mulut, hidung, telinga, rambut, alis, dagu, dsb).
2. Gambarlah orang dalam keadaan beraktifitas.
3. Gambarlah secara detail, seperti terlihat jelas jenis kelaminnya, usia, profesi dan sedang beraktifitas.
4. Gambarlah sesuai jenis kelamin anda.
5. Jangan mengulang garis gambar, cukup sekali garis pensil
6. Berlatihlah menggambar orang dengan sebagus mungkin dan proposional, semakin lengkap dan detail, nilainya akan semakin tinggi.
7. Cobalah berlatih membuat gambar orang dalam waktu 10 menit.

Sekian   J

Thursday, May 10, 2012

Buah Kelapa Sawit

F. Buah
1. Bunga betina yang sudah dibuahi dengan baik, akan berkembang pada spikeletnya. Bulir kelapa sawit bervariasi bentuknya : hampir bulat, bulat telur atau berkembang bagian atasnya. Karena kondisi terjepit pelepah, maka buah dibahagian dalam akan lebih kecil dan kurang sempurna bentuknya dibandingkan dengan buah yang ada dibagian luar.

2. Berat satu bulir buah yang sudah matang berkisar antara 13 – 30 gram, tergantung kepada type induknya.

3. Buah menjadi masak pada 4,5 atau 6 bulan setelah penyerbukan. Warna buah kuning kemerahan atau jingga. Kematangan buah dibedakan  dalam :
a. Matang morphologis : buah telah sempurna bentuknya dan optimal kandungan minyaknya.
b. Matang phisiologis : kematangan buah sudah lanjut dan siap untuk tumbuh dan berkembang, biasanya sebulan setelah matang morphologis.

4. Buah bagian luar yang lepas dari tandan (spikelet) dan jatuh ke circle pokok dipakai sebagai kriteria masak panen. Buah lepas ini disebut brondolan atau loose fruit.

5. Mesocarp atau daging buah sampai dengan 3 bulan setelah penyerbukan, warnanya masih putih kehijauan, belum mengandung minyak. Kemudian secara bertahap warna daging buah berobah menjadi kuning kehijauan, menunjukkan bahwa minyak telah mulai terbentuk dalam bentuk karotin.

6. Shell atau cangkang sejak 1 bulan setelah penyerbukan sudah terbentuk, meskipun masih sangat tipis dan lembut. Pengerasan berlangsung terus dan pada umur 3 bulan sudah mengeras, warnanya berobah dari putih menjadi coklat muda.

7. Kernel atau inti pada umur 2 bulan, berbentuk agar-agar.

8. Embryo mulai kelihatan pada umur 3 bulan setelah penyerbukan.

Tanaman kelapa sawit memiliki 3 jenis pertumbuhan :
a. Pertumbuhan Vegetatif
Berhubungan dengan formasi daun, batang, akar, dan lain-lain.
b. Pertumbuhan Formatif
Pertumbuhan dan perkembangan batang pohon.
c. Pertumbuhan Generatif
Berhubungan dengan produksi dari bunga, daun dan susunan buah.


:)

Bunga Kelapa Sawit

E. Bunga
1. Kelapa sawit termasuk kedalam golongan tanaman monoecius, yakni bunga jantan dan bunga betina terpisah, tetapi masih terdapat dalam satu pohon.

2. Tanaman kelapa sawit dilapangan mulai berbunga pada umur 12 – 14 bulan (dihitung dari sejak ditanam dilahan). Dari setiap ketiak pelepah daun, akan keluar satu tandan bunga , jantan atau betina. Sebahagian tandan bunga ini akan gugur (aborsi), baik sebelum maupun sesudah anthesis/receptive. Jenis kelamin bunga dapat dikenali setelah bunga menonjol diantara ketiak pelepah daun, sebelum seludang bunga terbuka. Ciri-ciri bunga jantan adalah berbentuk ramping (loncong) memanjang, ujung kelopak bunga agak meruncing dan diameter bunga lebih kecil dari bunga betina. Sedangkan bunga betina berbentuk agak bundar (oval), ujung kelopak bunga agak rata dan diameter bunga lebih besar. Perbedaan bentuk ini sangat penting diketahui dalam melakukan penyerbukan buatan.

3. Pada tanaman muda, sering dijumpai berbagai macam abnormalitas, seperti :
a. Bunga banci atau hermaprodit, yaitu tandan bunga memiliki 2 jenis kelamin.

b. Bunga andromorphic (andogynous) yaitu secara morphologi adalah bunga jantan, tetapi pada bagian spikeletnya dijumpai bunga betina yang dapat membentuk buah sawit kecil.

c. Buah parthenocarpi yaitu kepala putik (stigma) yang tidak sempurna dibuahinya, sehingga terbentuk buah yang kecil dan tidak berbiji (tidak ada kernel dan embryo). Buah parthenocarpi ini kadang-kadang sudah layu dan gugur sebelum masak.

d. Primordial bunga atau floral initiation, yaitu berobahnya cel vegetatif menjadi cel generatif terjadi pada 33 bulan sebelum bunga matang (siap membuahi/dibuahi).

e. Sex determination yaitu perkembangan cel generatif menjadi bunga jantan atau betina, terjadi pada 24 bulan sebelum bunga matang (anthesis). Satu sampai dua bulan sebelum anthesis, seludang bunga muncul dari ketiak pelepah (sxil). Lima sampai enam bulan sebelum bunga betina masak (receptive), buah menjadi matang panen.

4. Bunga betina dan tandan bunga betina.
a. Tandan bunga betina terbungkus oleh seludang bunga, yang akan pecah pada 15 – 30 hari sebelum receptive. Satu tandan  bunga betina memiliki 100 – 200 spikelet dan setiap spikeletnya memiliki 15 – 20 kuntum bunga betina. Bunga betina yang kecil inilah yang nantinya akan diserbuki tepung sari dari  bunga jantan.

b. Receptive bunga ditandai dengan adanya bunga yang mekar pada spikelet. Kepala putik berwarna krem, sesudah merekah memiliki cairan putih kekuningan, sedikit berbau wangi adas. Dalam kondisi seperti inilah, bunga betina siap menerima kedatangan tepung sari untuk proses pembuahan. Kenyataannya tidak semua bunga betina mengalami pembuahan yang sempurna, terutama bunga-bunga yang letaknya pada pangkal spikelet bagian dalam.

c. Pada tandan tanaman dewasa, dapat diperoleh 600 – 2000 butir buah, tergantung besarnya tandan. Setiap pokok tanaman muda dapat menghasilkan 15 – 25 tandan pertahun, sedangkan pada tanaman dewasa sampai tua sekitar 12 tandan pertahun.

d. Bunga betina ini tidak serentak receptivenya, satu tandan memerlukan waktu 3 – 5 hari bahkan lebih. Sementara bunga jantan terdapat pada tandan yang terpisah dan tentu saja tidak bersamaan anthesisnya, maka sebagian terbesar tanaman akan diserbuki secara silang (antar pohon). Secara alami penyerbukan dilakukan oleh angin dan serangga.

e. Seludang bunga betina bentuknya relatif bundar dibandingkan bunga jantan yang lonjong. Panjang tandan bunga betina bisa mencapai 30 cm, bahkan lebih panjang dengan spikelet yang bervariasi.

5. Tandan bunga jantan dan bunga jantan.
a. Tandan bunga jantan mempunyai tangkai yang lebih panjang dibandingkan tandan bunga betina, bentuknya lonjong memanjang. Tandan bunga juga terbungkus dalam seludang yang akan pecah menjelang anthesis, seperti halnya bunga betina.

b. Tiap tandan bunga mempunyai 100 – 250 spikelet dengan panjang spikelet antara 10 – 20 cm dan berdiameter antara 1 – 1,5 cm. Tiap spikelet berisi 500 – 1500 kuntum bunga kecil yang akan menghasilkan tepung sari sampai jutaan jumlahnya, dengan berat antara 40 – 60 gram. Bunga jantan yang sedang anthesis berbau adas sangat semerbak.

c. Satu tandan bunga jantan, akan mekar dalam waktu 2 – 4 hari. Sementara tepung sari akan mati dalam waktu 2 – 3 hari setelah anthesis. Bunga-bunga mekar mulai dari bagian bawah spikelet.

d. Pada tanaman muda jumlah bunga jantan perpokok, lebih sedikit dibandingkan dengan bunga betinanya. Perbandingan ini akan berobah sesuai dengan bertambahnya umur tanaman.

e. Perbandingan antara jumlah tandan bunga betina  dengan jumlah bunga ( betina, jantan + hermaprodit) dikenal sebagai sex ratio dan dinyatakan dalam %.


:)

Daun Kelapa Sawit

D. Daun
1. Dalam kondisi normal, jumlah pelepah daun yang membentuk mahkota, dapat mencapai 40 sampai 56 pelepah. Tiap pelepahnya terdiri atas 100 -160 pasang anak daun. Anak daun terdiri atas tulang daun atau lidi (pinnae) dengan lembaran anak daun (laminae) dikedua belah sisinya.

2. Pelepah daun (frond) terdiri atas bagian yakni : bagian pangkal yang berduri disebut petiole dan bagian yang beranak daun disebut rachis. Panjang rachis bisa mencapai 8 meter. Pada pertemuan antara rachis dan petiole terdapat anak-anak daun yang kecil (rudimenter) yang akhirnya berobah menjadi duri yang keras dan tajam pada bagian petiole. Frond muda yang masih kuncup, berwarna kuning pucat. Yang disebut pelepah nomor satu adalah pelepah termuda yang telah sempurna mekarnya (membukanya) dan terlihat nyata duri-duri pada petiole. Biasanya hanya ada satu pada satu pokok tanaman yang tumbuh aktif. Dalam urutan satu spiral, maka pelepah dibawah nomor 1 disebut nomor 9 dan dibawah nomor 9 disebut nomor 17. Demikian seterusnya berbeda 8 pelepah, semakin kebawah semakin tua dan semakin tinggi nomornya.

3. Pemahaman nomor pelepah ini penting, antara lain untuk pengambilan sampel daun untuk sasaran deteksi hama ulat dan untuk menghitung kecepatan pertumbuhan tanaman.

4. Rachis mempunyai penampang bulat pada bagian ujung, asimetris pada bagian tengah sedangkan petiole bagian bawahnya lebih melengkung dari pada bagian atas.

5. Produksi pelepah daun (jumlah pelepah dalam satu tahun), tergantung pada umur tanaman. Tanaman umur 5 – 6 tahun mencapai 20 – 30 pelepah pertahun, kemudian berkurang sesuai pertambahan umurnya menjadi 18 – 25 pelepah pertahunnya.

6. Pada pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri yang tumbuh teratur pada kedua sisinya. Duri-duri ini sangat tajam dan keras. Anak daun berbaris dua sampai keujung daun dan ditengah tiap anak daun terbentuk lidi sebagai tulang daun. Jumlah anak daun pada tiap sisi dapat mencapai 125 – 200. Daun muda yang masih kuncup berwarna kuning pucat. Serat-serat daun sejajar memanjang sepanjang lidi. Tiap sisi barisan daun terdiri dari dua jejer disisi kiri dan kanan, yaitu jejer atas (upper rank) dan jejer bawah (down rank).

7. Fungsi utama daun untuk fotosintesa dan alat respirasi. Zat-zat tertentu dari udara diisap daun yang selanjutnya diramu menjadi makanan melalui proses fotosintesa. Daun sawit normal berwarna hijau tua.


:)

Batang Kelapa Sawit

C. Batang
1. Setelah lepas masa pembibitan, maka terjadilah pembesaran bonggol batang, tanpa disertai bertambah tingginya batang. Hal ini menjadikan batang berdiri lebih kokoh.

2. Tanaman kelapa sawit memiliki batang yang sebenarnya serupa dengan nyiur, tetapi tertutup secara sempurna oleh pelepah daun. Pangkal pelepah daun akan tetap melekat pada batang dan baru akan terlepas dengan sendirinya pada waktu sawit telah berumur 15 tahun keatas.

3. Batang sawit tidak bercabang dan hanya mempunyai satu titik tumbuh. Bila terjadi lebih dari satu titik tumbuh, hal itu disebabkan oleh terjadinya kerusakan pada titik tumbuh, yang mengakibatkan dua atau lebih titik tumbuh berkembang secara sendiri-sendiri.

4. Jaringan meristem, yakni titik tumbuh, terletak pada ujung batang. Batang kelapa sawit tumbuh tegak lurus (phototropi), dibungkus oleh pangkal pelepah daun (frond base). Bagian bawah batang, umumnya lebih besar (gemuk), disebut bonggol batang. Sampai hampir umur 3 tahun, sawit belum menampakkan batangnya. Karena selama ini, batang dipenuhi oleh pelepah yang belum dipotong atau dipruning.

5. Diameter batang sekitar 40 – 60 cm dan selama tanaman masih hidup batang terus bertambah tinggi. Pertambahan tinggi ini berkisar antara 30 – 60 cm pertahun, tergantung faktor genetis tanaman dan lingkungan.

6. Pada situasi terlindung atau jarak tanam yang terlampau rapat maka pertambahan tinggi bisa mencapai 100 cm bahkan lebih pertahunnya. Tentu saja hal ini sangat mempersulit panen buah.

7. Pada batang, tersusun pangkal pelepah dengan aturan duduk daun 3/8 , artinya pada 3 x 360 derajat (melingkar batang) akan didapati sebanyak 8 pelepah daun atau dengan pengertian lain dalam jarak 3 x 360 derajat atau 1080 derajat terdapat 8 pelepah daun, sehingga jarak antara pelepah dengan pelepah dalam satu level atau biasa disebut jarak pelepah kepada kakak/adiknya = 1081/8 derajat = 135 derajat. Kalau dilihat dari bawah pokok sawit, akan dapat ditenggarai/dilihat, putaran duduk daun ini secara genetis ada yang putar kanan dan ada yang putar kiri. Dikatakan putar kiri, bila duduk daun dalam satu spiral tersusun dari yang tua ke yang muda arahnya dari kanan kekiri dan tentunya saja dikatakan putar kanan bila sebaliknya.

8. Pada batang sawit terdapat 8 spiral daun. Menurut urutan keluarnya daun maka daun yang mempunyai selisih urutan 8 akan tersusun dalam satu spiral. Fungsi batang adalah sebagai alat penegak pembuluh (phloem dan xylem) dan penyimpan makanan.


:)

Akar Kelapa Sawit

B. Akar
1. Sebagaimana halnya kelas Monocotyledone, maka kelapa sawit mempunyai sistem perakaran serabut. Bentuknya seperti anyaman tebal. Akar primer, keluar dari dasar batang (bonggol), dalam jumlah sangat menerus selama pertumbuhan.

2. Akar yang pertama muncul dari biji setelah berkecambah adalah radikula. Panjangnya dapat mencapai 15 cm dan mampu bertahan sampai sekitar 6 bulan. Dari radikula akan muncul akar lain yang bertugas mengambil air dan hara dari media tumbuh. Namun demikian, masih perlu dibantu oleh cadangan makanan yang ada pada endosperm. Fungsi akar selanjutnya akan diambil oleh akar primer yang keluar dari bonggol, beberapa bulan kemudian. Akar baru ini bertugas mengambil air dan hara dari media tumbuh berhubung cadangan makanan pada endosperm telah habis, yang ditandai dengan terlepasnya biji.

3. Dari akar primer tumbuh akar sekunder, yang tumbuh horizontal, berdiameter 1 – 2 mm dan panjang 10 – 15 cm. Lebih dari separohnya akar sekunder tumbuh terus keatas mendekati permukaan tanah.

4. Dari akar sekunder tumbuh akar-akar tersier dan kuartier yang tumbuhnya dekat permukaan tanah. Akar tersier berdiameter 1-2 mm dan panjangnya 10 – 15 cm. Adapun akar kuartier berdiameter 0,3 mm dan panjangnya 2 cm. Akar tersier dan kuartier inilah yang paling aktif mengambil air dan hara.

5. Dilapangan akar-akar tersebut berada dalam jarak 2 – 2,5 meter dari pangkal batang atau 0,5 meter diluar piringan (circle) tanaman. Disini tanahnya lebih remah lebih lembab dan merupakan daerah sebaran pupuk. Akar-akar tersebut banyak dijumpai  pada kedalaman 0 -20 cm dari permukaan tanah. Hal ini tergantung dari type tanah dan jenis tanamanya. Akar kelapa sawit dapat tumbuh menyamping sampai 6 meter dengan pola penyebaran yang berbeda-beda.

6. Akar primer yang keluar dari bonggol batang, mencapai puluhan ribu banyaknya dan jika ada akar primer yang mati, akan digantikan oleh lainnya. Akar yang mati ini jalin menjalin dengan akar yang hidup dan bersama-sama membentuk perakaran  yang kokoh menunjang berdirinya  batang tanaman. Untuk menembus lapisan tanah, akar primer dilindungi oleh tudung akar. Disamping akar sebagai pencari makanan, akar juga berfungsi sebagai alat respirasi (pernapasan).

:)

Morfologi Kelapa Sawit

3. Morfologi Kelapa Sawit
A. Kecambah
a. Kelapa sawit tumbuh tegak lurus, dapat mencapai ketinggian 15 – 20 meter. Tanaman kelapa sawit yang berkembang dari biji, didahului dengan perkecambahan biji dan selanjutnya menjadi tanaman.

b. Biji adalah bagian dari buah kelapa sawit, setelah bagian luarnya yang disebut daging buah (mesocarp) yang mengandung minyak dilepaskan.

Adapun bagian buah secara lengkap sebagai berikut :
1. Epicarp : kulit buah licin dan keras.
2. Mesocarp : daging buah terdiri dari jaringan serabut (fibre) yang mengandung minyak.
3. Endocarp : cangkang (shell), berupa tempurung keras berwarna hitam.
4. Endosperm : kernel atau inti, yakni daging biji berwarna putih mengandung minyak menunjang kehidupan embryo.
5. Embryo : lembaga, berfungsi sebagai penerus generasi.

c. Biji sawit terdiri dari shell dan kernel.
Pada shell terdapat serat-serat yang menempel dengan arah memanjang. Didalam biji terdapat 3 germpore (lobang keluarnya kecambah dari tempurung). Jumlah germpore yang berfungsi tergantung kepada jumlah kernel yang berkembang. Pada bagian dalam setiap germpore ditutup oleh jaringan serat yang menempel pada permukaan tempurung sebelah dalam.

d. Embryo biji kelapa sawit tidak akan terangkat keatas permukaan tanah, sebagai cotyledone (bagian hijau tanaman yang akan berfungsi untuk fotosintesa).

e. Sebagai penggantinya ujung cotyledone membesar, membentuk haustorium, yang akan berfungsi untuk menunjang pertumbuhan tanaman muda, sampai berminggu-minggu setelah biji berkecambah.

f. Bentuk embryo lurus, dengan panjang sekitar 3 mm. Ujung embryo dan germpore, dipisahkan oleh lapisan operculum. Lapisan ini terjadi dari lapisan endosperm yang tipis, dan menyatukan pangkal serat, membentuk tutup germpore. Pada proses perkecambahan, operculum dan tutup germpore terdorong keluar tempurung secara bersamaan.

Bagian embryo yang keluar dari cotyledone, membentuk sebuah tonjolan yang disebut petiola. Kearah atas petiola membentuk plumula (bakal batang) dan sebaliknya kearah bawah membentuk radikula (bakal akar). Plumula dan Radikula tumbuh dalam bentuk silindris, adapun haustorium tetap berada dalam biji. Karena akar dan batang belum berfungsi maka kebutuhan makan diambil dari persediaan makanan didalam daging biji. Oleh karenanya jika kecambah terputus dari daging bijinya, kecambah akan layu dan mati. Karena itu sewaktu memindahkan kecambah ke prenursery kecambah tidak boleh putus, terluka dan rusak.

Kelapa Sawit
:)

Wednesday, May 9, 2012

Botani Tanaman Kelapa Sawit

Botani tanaman kelapa sawit terdiri dari :
    a.       Kecambah
    b.      Akar
            c.       Batang
            d.      Daun
            e.      Bunga
         f.        Buah

1.         Taksonomi ( Klasifikasi )
Secara sistematis taksonomi untuk tanaman kelapa sawit sebagai berikut :
Divisi             : Tracheophyita
Sub divisi       : Pterosida                   
Kelas             : Angiospermeae
Sub kelas       : Monocotyledoneae
Ordo              : Cocoideae       
Famili             : Palmae
Sub famili       : Cocoideae
Genus            : Elaeis
Species          : Elaeis guineensis Jacq m

a.              Elaeis berasal dari Elaion berarti minyak dalam bahasa Yunani. Guineensis berasal dari Guinea
          ( pantai barat Afrika ). Jacq berasal dari nama botanis Amerika Jacquin.
b.         Spesies yang dikenal dari genus Elaeis adalah Elaeis guineensis, Elaeis adora, Elaeis oleifera ( Elaeis melanococca ).
c.         Nama kelapa sawit yang dikenal di Indonesia sebagai nama lokal untuk Elaeis guineensis Jacq adalah kelapa Bali. Jenis Elaeis melanococca dapat dikawinkan dengan Elaeis guineensis menghasilkan hibrida yang sangat menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.

2.    Varietas
a.     Varitasnya cukup banyak dan diklasifikasikan dalam kelas. Misalnya di bedakan atas tipe buah, bentuk luar, tebal cangkang, warna buah dan lain-lain.
b.    Dari warna buah maka dari species Elaeis guineensis jacq dikenal varietas
-   Nigrescens yaitu buahnya berwarna violet sampai hitam waktu muda dan menjadi merah-  kuning (0range) sesudah matang.
-  Virescens yaitu buahnya berwarna hijau waktu muda dan sesudah matang berwarna merah-kuning (orange).
-     Albescens yaitu buah muda berwarna kuning pucat, tembus cahaya karena sedikit mengandung karotein.
c.         Baik Nigrescens maupan Virescens ada buahnya yang memiliki carpel tambahan (bersayap = mantled) atau dikenal sebagai Diwakka-wakka. Jenis ini produksi minyaknya sedang. Varietas lainnya ada yang disebut Elaeis idolatrica yaitu daunnya menyatu atau anak daunnya tidak memisah.
d.        Varietas yang dipakai pada tanaman komersil adalah Nigrescens sedang varietas lainnya hanya dipakai pada program pemuliaan tanaman atau sebagai koleksi. Baik dalam produksi maupun kualitas maka varietas Nigrescens adalah masih lebih baik dari lainnya.
e.         Berdasarkan tebal tipisnya cangkang varietas kelapa sawit dibagi atas Dura (D), Tenera (T), dan Pisifera (P). Masing-masing jenis memiliki karakteristik yang unik, diperinci sebagai berikut :

Dura     : Persentase mesocarp terhadap buah (fruit) relatif kecil (35 – 50 %), cangkang (shell) tebal (2 – 8 mm). Inti (kernel) besar dengan kandungan minyak (extraction rate) yang rendah.
Tenera : Persentasa mesocarp terhadap buah cukup besar (60 – 70 %), cangkang tipis (0,4 – 0,5 mm), dan kandungan minyak tinggi (22 – 24 % dari TBS).
Pisifera : Persentase mesocarp terhadap buah besar sekali (70 – 80 %), inti tipis sekali atau relatif tidak ada dan cangkang hanya berupa cincin tipis yang melapisi inti. Pisifera tidak dapat diperbanyak tanpa persilangan dengan jenis yang lain.
Untuk mendapatkan varietas unggul dilakukan persilangan diantara ketiga varietas dengan kondisi sebagai berikut :
- Dura x Dura                          = 100 % Dura
- Dura x Pisifera                      = 100 % Tenera
- Dura x Tenera                       = 50 % Dura + 50 % Tenera
- Tenera x Pisifera                   = 50 % Tenera + 50 % Pisifera
- Tenera x Tenera                    = 25 % Dura + 50 % Tenera + 25 % Pisifera.


f. Pada tanaman komersil yang ditanam adalah varietas Tenera (D x P), karena menghasilkan minyak yang lebih tinggi.
g. Varietas Tenera ini masih dibedakan atas beberapa type yang umumnya diberi nama dari asal pokok bapaknya atau pisifera yang digunakan dan ada pula yang menamakannya dari mana  didatangkan, seperti Lame, S. Pancur, Serdang dll.



:)